Underground Support Determination (Publish Paper at JRTP UNISBA)

Analisis Perkuatan Tunnel menggunakan Metode RMR, Q-System, dan Finite Element Method di TD XC 2 CG-460 PT Aneka Tambang Tbk UBPE Pongkor, Kab. Bogor, Jawa Barat.

Akbar Aprian, Catur Budianto 

Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Industri, Institut Teknologi Sumatera, Jalan Terusan Ryacudu, Way Huwi, Kec. Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung 35365

Departemen Geoteknik, PT Aneka Tambang Tbk UBPE Pongkor, Desa Bantar Karet, Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia, 16650 

akbaraprian04@gmail.com

        Pada analisis geoteknik tambang bawah tanah, faktor keamanan merupakan hal yang paling utama untuk diperhatikan. Geotcehnical assessment dibutuhkan dalam klasifikasi massa batuan baik menggunakan metode RMR oleh Bieniawski (1989) maupun metode Q-System oleh Barton (1974). Klasifikasi massa batuan tersebut yang dijadikan dasar penentuan jenis perkuatan pada tunnel (lubang bukaan) lokasi penelitian tambang bawah tanah PT Aneka Tambang Tbk UBPE Pongkor. Ilustrasi kebutuhan penyangga dapat dilihat pada gambar dibawah ini :



Rock Mass Rating (Bieniawski, 1989)

RMR89 = P1 + P2 + P3 + P4 + P5 + P6

            P1 (Strength of Rock Intact) using Uniaxial Compressive Strength
            P2 (RQD) using Priest n Hudson 1975
            P3 (Joint Spacing)
            P4 (Joint Condition) include aperture, separation, infilling, roughness, n weathering
            P5 (Groundwater)
            P6 (Joint Orientation)

RMR Result

Q-System (Barton et al., 1974)
 

Q = RQD/Jn + Jr/Ja + Jw/SRF

            RQD (Rock Quality Designetion)
            Jn (Joint set Number)
            Ja (Joint Alteration)
            Jw (Joint Water)
            SRF (Stress Factor Reduction)

Q-System Result

Tegangan in-situ di lokasi XC 2 CG-460



        Tegangan in-situ merupakan nilai gaya yang berpangaruh kepada batuan disekiat tunnel  disebabkan penggalian atau gangguan lainnya. Terdapat 3 tegangan yaitu Sig.1 (Utama) > Sig.2 (Sekunder) > Sig.3 (Pengisi), namun Sig.2 dan Sig.3 kerap kali dinotasikan sebagai Sig. H dan Sig. 1 dinotasikan sebagai Sig. V.


Opsi Supporting di lokasi XC 2 CG-460

Hasil analisis numerik (finite element method) RS2/ Phase2

        Melalui analisis numerik pada peranti lunak Phase2/RS2, dihasilkan nilai strength factor sebesar 1,5 dengan jarak yang lebih dekat apabila menggunakan saran perkuatan Q-System dengan kombinasi fibre reinforcement shotcrete dan systematic bolting. Dibandingkan saran perkuatan RMR berupa kombinasi h-Beam dan split-sets atau kombinasi shotcrete dan split-sets.

   

Hasil analisis numerik penyangga berdasarkan metode RMR tanpa shotcrete, RMR dengan shotcrete, & Q-system segment 1



Hasil analisis numerik penyangga berdasarkan metode RMR tanpa shotcrete, RMR dengan shotcrete, & Q-system segment 2

        Berdasarkan analisis finite element method dapat disimpulkan bahwa perkuatan yang didasarkan oleh Q-System berupa systematic bolting dan fibre reinforcement shotcrete lebih efektif dibanding supporting yang didasarkan RMR berupa split-set, h-beam, weld mesh, dan shotcrete.

         Saran yang dapat dilakukan adalah dengan pengadaptasian Q-System dalam penentuan underground supporting. Berdasarkan analisis numerik menggunakan finite element method melalui peranti lunak Phase2/RS2.


REFERENSI 

Aprian, A. (2025). Analisis Perkuatan Tunnel menggunakan Metode RMR, Q-System, dan Finite Element Method pada TD XC-2 CG 460. Jurnal Riset Tekniik Pertambangan, 91-106.

Barton, N., Reidar, L., & Lunde, J. (1974). Engineering Clasification of Rock Masses for the Design of Tunnel Support. Rock Mechanics 6, 184-236.

Bieniawski, Z. T. (1989). Engineering Rock Mass Clasifications. New York: A Wiley-Interscience Publication.

Evert Hoek, A. K. (2000). Rock mass properties for surface mines. Society for Mining, Metallurgical, and Exploration (SME), 6.

Grimstad, E., & Barton, N. (1993). Updating the Q-system for NMT. International Proceedings Symposium on Sprayed Concrete, 20-28.

Made Astawa Rai, S. K. (2014). Mekanika Batuan. bandung: ITB.

Terzaghi, K., & Peck, R. B. (1948). Soil Mechanics in Engineering Practice. New York: Wiley.

Comments

  1. Seru banget baca ini, jadi makin paham soal topiknya. Ditunggu blog lainnya ya!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts