Correlation-Regression untuk menentukan nilai UCS berdasarkan nilai PLI untuk Material Non/Hydrotermal-clay Pit C Wartam Site PT Aprian Group Tbk
Akbar Aprian, Muhammad Alfiza Farhan
On Going Jr Geotech Engineer, Graduate Mining Engineering at Institut Teknologi Sumatera, Jl. Terusan Ryacudu, Way Huwi, Kec. Jati Agung, kabupaten Lampung Selatan, lampung, 35365
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik dan Desain (FTD) Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB), Kota Deltamas Lot-A1 CBD, Jl. Ganesha Boulevard No. 1 Blok A, Pasirranji, Kec. Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, 17530
akbaraprian04@gmail.com
Pada
analisis geoteknik, karakterisasi batuan adalah hal yang sifatnya fundamental. Pengujian PLI dinilai lebih mudah dibanding pengujian UCS yang hanya bisa dilakukan dengan skala laboraorium. Demi mendukung efektifitas dan efiensiensi, dibentuklah pendekatan empiris
untuk menentukan nilai UCS berdasarkan nilai PLI yang sangat penting dalam
rekayasa geoteknik.
Correlation-Regression in Scatter Plot
Test yang dilaksanakan mengacu pada International Society Rock and Mechanics and Rock Engineering pada tahun 1981 dan 1985. Pengujian UCS menggunakan mesin tekan dengan laju tegangan antara 0.5-1.0 MPa/detik. Sampel batuan uji berbentuk silinder dengan perbandingan L/D bervariasi dari 2.5 – 3.0. Diameter sampel batuan lebih dari ukuran NX (± 54 mm). Kedua muka contoh batuan uji harus mencapai kerataan hingga 0.02 mm. Untuk pengujian PLI, Sampel batuan uji dapat berupa silinder ataupun berupa bongkah batuan. Diameter sampel uji disarankan berbentuk silinder dengan diameter 50 mm
Uniaxial Compressive Strength-Point Load Index Test
Berdasarkan Guilford, Correlation yang dibuat pada Scatter Plot dikategorikan "Sangat Kuat" dengan nilai 0,82. Pengujian menggunakan pada 21 sampel pengujian di 4 titik bor Pit C. Analisis T juga digunakan untuk melakukan koreksi atas signifikansi data, nilai T-hitungnya adalah 8,513 dan T-tabelnya adalah 2,093. Apabila T-hitung > T-tabel maka persamaan tersebut dapat dikatakan "Berhubungan secara Sigifikan" dengan data yang dapat dilihat pada tabel dibawah.
Data Pengujian PLI dan UCS pada Pit C
Berdasarkan
hasil dan pembahasan diatas, didapatkan koefisien determinasi (R²) sebesar 0.82
atau 82%. Namun penggunaan koefisien determinasi dalam menentukan hubungan
mengenai 2 variabel dinilai kurang tepat, Ozher mengkritik penggunaan R²
sebagai indikator baik tidaknya hubungan antar 2 variabel, dan mengusulkan
koefisien korelasi (r) digunakan sebagai indikator baik tidaknya hubungan
antara 2 variabel. Regresi yang terbentuk adalah UCS = 13,34 Is(50) + 3,93.
REFERENSIGuilford. (1973). Fundamental Statistics in. Tokyo:
Kogakusha Company.
ISRM. (1985). Commision on Testing Methods. International
Journal Rock Mech. Min, Sci. & Geomech. Abstr. Vol. 22, No. 2, 51-60.
ISRM. (1985). Suggested Method for Determining Point Load
Strength. International Journal of Rock Mechanics and Mining Science &
Geometric Abstract, 51-86.
Kahfi, M. Z. (2021). Analisis Awal Pendugaan Nilai UCS dari
Nilai PLI untuk Batu Lempung dan Batu Pasir , PT Arutmin Indonesia Tambang Asam
Asam, Kalimantan Selatan. PROSIDING TPT XXX dan KONGRES XI PERHAPI 2021,
3.
Kohno, M., & Maeda, H. (2012). Relationship between point
load strength index and uniaxial compressive strength of hydrothermally altered
soft rocks. Int. J. Rock Mech. Min. Sci, 147-157.
Made Astawa Rai, S. K. (2014). Mekanika Batuan. bandung: ITB.
Ozer, D. J. (1985). Correlation and the Coefficient of Determination. Quantitatif
Methods in Psychology.
keren banget kak sangat membantu,tolong buat 100 artikel lagi yang kaya gini kak🙏🏻
ReplyDelete