Failure Criterion-Validated Transition pada slope stability menggunakan metode back analysis displacement monitoring Pit AA PT Wartam Tbk
Akbar Aprian, S.T. dan Muhammad Alfiza Farhan, S.T., M.T., M. Eng.
On Going Jr Geotech Engineer, Graduate Mining Engineering at Institut Teknologi Sumatera, Jl. Terusan Ryacudu, Way Huwi, Kec. Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, lampung, 35365
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik dan Desain (FTD) Institut Teknologi Sains Bandung (ITSB), Kota Deltamas Lot-A1 CBD, Jl. Ganesha Boulevard No. 1 Blok A, Pasirranji, Kec. Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, 17530
akbaraprian04@gmail.com
Pada rekayasa geoteknik diperlukannya kriteria runtuh yang tepat dalam memodelkan suatu desain geoteknik dan guna melakukan prediksi terhadap pergerakan (displacement) suatu material. Pada umumnya digunakan 2 paramater yang cukup terkenal yaitu mohr-coulomb dengan parameter kohesi (c) dan sudut gesek dalam (Phi) serta generalized hoek-brown dengan parameter mb, s, a. Kasus berbeda yang dialami Material Pit AA site 28, material pada Pit AA telah terlaterasi sehingga menjadikan batuan beku (breccia) memiliki nilai kekuatan massa batuan utuh yang sangat kecil.
Material transisi dikemukakan oleh T. G. Carter (2007) memalui papernya yang berjudul "Application of modified Hoek-Brown transition relationships for assessing strength and post yield behaviour at both ends of the rock competence scale". Penyesuaian kriteria runtuh material transisi di aplikasikan pada material yang terdapat di site Adaro oleh Adika (2020) dengan sedikit modifikasi menyesuaikan term and condition menjadi "Validated Transition". Berikut pemodelan geoteknik pad Pit AA PT Wartam Tbk dengan properties massa batuan yang diklasifikasikan menurut Broch n Franklin (1972) terhadap nilai Point-Load Test (Low-High). Intersection dibuat pada daerah yang menjadi concern area dikarenakan terdapat seepage dan displacement yang cukup signifikan.
Validasi data dilakukan dengan melakukan compare terhadap data monitoring aktual melalui IDS GeoRadar. Hasil monitoring aktual sampai saat ini menunjukan displacement sebesar 37 mm
Hasil perbandingan displacement antara monitoring aktual dan numerical analysis (mohr-coulomb, generalized hoek-brown, validated transition). Disimpulkan bahwa penerapan failure-criterion Validated Transition dapat memberikan gambaran yang lebih mendekati mengenai desain geoteknik pada concern area.
REFERENSI
E. Broch,
J. A. (1972). The Point-Load Strength Test. International Journal of Rock
Mechanics and Mining Sciences & Geomechanics Abstracts, 669-697.
Hao Zhai,
I. C. (2017). Review of Current Empirical Approaches for Determination of Weak
Rock Mass Properties. Symposium of the International Society for Rock
Mechanics , 909-915.
Hoek, E.
(1994). Strength of rock and rock masses. ISRM News Journal, 4-16.
T.G.
Carter, M. D. (2008). Application of modified Hoek-Brown transition
relationships for assessing strength and post yield behaviour at both ends of
the rock competence scale. The Journal of The Southern African Institute of
Mining and Metallurgy, 325-337.
Wesley,
L. (1997). Mekanika Tanah. Jakarta: Badan Penerbit Pekerjaan Umum.
makasih kak tulisannya sangat membantu🙏🏻
ReplyDelete